Angkak

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Angkak

Angkak (Hanzi: 紅麴米, 红曲米; pinyin: hóng qú mǐ; lit. "red yeast rice"), red fermented rice, red kojic rice, red koji rice, atau ang-kak, yaitu beras putih jenis tertentu yang dibiakkan dengan sejenis ragi khusus selama beberapa hari sehingga mengubah warna beras menjadi merah.

Angkak telah dikenal penduduk Tiongkok sejak ratusan tahun silam, dan umum digunakan orang Tionghoa sebagai bagian dari campuran rempah masakan dan herbal kesehatan mereka. Di Amerika, angkak yang dikenal dengan nama Red Yeast Rice kini mulai populer dan dijual dalam bentuk kapsul sebagai penurun kolesterol alamiah yang ampuh.

Kandungan aktif[sunting | sunting sumber]

Kandungan yang terpenting adalah HMG-CoA (monacolin/lovastatin/statins) yang diakui sangat efektif untuk menurunkan kolesterol jahat LDL dan Trigliserida. Ketika tingkat kolesterol darah naik, umumnya dokter memberi obat resep jenis statin seperti Lipitor dan Zocor yang mampu menghambat produksi kolesterol, namun sangat disayangkan obat-obatan ini memiliki efek samping yang membahayakan fungsi hati dan otot manusia.

Efektivitas angkak untuk menurunkan kolesterol telah diuji secara klinis oleh lebih dari 17 riset di Tiongkok. Selain itu, Universitas Kedokteran UCLA di Amerika juga telah melakukan riset yang menyimpulkan konsumsi 2,4 gram angkak per hari dapat menurunkan secara nyata tingkat kolesterol Total dan LDL dalam 12 minggu.

Pada 2006 Liu dkk menerbitkan suatu meta-analysis dari percobaan klinis (Chinese Med 2006;1:4-17). Artikel mengutip 93 percobaan klinis terkontrol dan terpublikasi (91 dipublikasikan di Tiongkok). Total pengurangan kolesterol 35 mg/dl, LDL-cholesterol by 28 mg/dl, triglycerides by 35 mg/dl, dan peningkatan kolesterol HDL 6 mg/dl. Zhao dkk melaporkan dalam percobaan selama empat tahun bagi penderita diabetes (J Cardio Pharmacol 2007;49:81-84). Terdapat pengurangan 40–50% dalam cardio events dan cardio deaths dalam kelompok yang diuji coba. Ye dkk melaporkan dalam penelitian empat tahun pada pasien Cina yang tergolong tua dengan penyakit jantung (J Am Geriatr Soc 2007;55:1015-22). Kematian berkurang dengan 32%. Paling sedikit terdapat satu laporan di literatur tentang statin-like myopathy yang disebabkan oleh angkak (red yeast rice) (Mueller PS. Ann Intern Med 2006;145:474-5).

Suatu artikel terbitan Jurnal Kardiologi Amerika tanggal 15 Juni, 2008, mendapati bahwa angkak dapat memberikan keuntungan melebihi yang diberikan oleh statins. Para peneliti melaporkan bahwa keuntungan tampaknya melebihi dari yang dilaporkan dengan hanya lovastatin.[1]

ConsumerLab.com mendapati banyaknya variasi campuran aktif dalam suplemen angkak, dan juga mendapati bahwa sebagian terkontaminasi dengan citrinin, suatu nephrotoxic mycotoxin.[2][3] Bukti tentang efek samping dari angkak masih terbatas, tetapi dapat memberikan akibat sampingan yang sama dengan obat lovastatin, yang dapat menimbulkan masalah terhadap ginjal dan akibat sampingan lainnya.[4] Monitoring medis secara teratur diperlukan untuk mendeteksi akibat tersebut.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • (Inggris) Website about medicinal use of Monascus purpureus
  • (Inggris) Medicinal use of Red yeast rice
  • Medicine Net. "Red Yeast Rice". Diakses tanggal 12 Februari 2006.
  • Moore, US FDA (5 Mei 2001). "Untitled correspondence" (PDF). Diakses tanggal 12 Februari 2006.
  • PDRhealth. "Red Yeast Rice". Diakses tanggal 12 Februari 2006.
  • MedlinePlus. "Red yeast rice (Monascus purpureus)". Diakses tanggal 28 Maret 2006.
  • Richard N. Rogoros, M.D. "Non-prescription Cholesterol Lowering". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-02-09. Diakses tanggal 19 Agustus 2006.
  • Dennis Lee, M.D. "Red Yeast Rice and Cholesterol - A Critical Review". Diakses tanggal 19 Agustus 2006.
  • FDA (9Agustus, 2007). "FDA Warns Consumers to Avoid Red Yeast Rice Products Promoted on Internet as Treatments for High Cholesterol". Diakses tanggal 10 Agustus 2007.
  • American Journal of Clinical Nutrition - UCLA, Feb 1999Dr.
  • DR. David Heber, Direktur UCLA Center for Human Nutrition