Kritik ke Rektor Columbia AS karena Demo Pro-Palestina Dibubarkan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Presiden (rektor) Universitas Columbia, Amerika Serikat, Nemat Shafik dikritik oleh senat universitas. Shafik dikritik usai memanggil polisi untuk membubarkan demonstrasi pro-Palestina di kampus.

Diketahui, kepolisian Amerika Serikat (AS) menangkap lebih dari 100 mahasiswa yang mengikuti tindakan bela Palestina yang digelar secara tenteram di Universitas Colombia, New York sejak Kamis (17/4). Pihak universitas menilai ratusan mahasiswa itu telah melanggar larangan digelarnya pertemuan tidak sah di area kampus.

Dilansir Al Jazeera, Sabtu (20/4/2024), rektor Universitas Columbia mengatakan polisi berkuasa membersihkan kampus dari demonstran pro-Palestina yang menggelar aksi, sembari mendirikan tenda-tenda, sebagai corak solidaritas untuk rakyat Gaza yang digempur Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Para mahasiswa itu tidak hanya ditangkap secara massal, tapi juga dikenai hukuman skorsing dari perkuliahan mereka. Namun mereka memastikan bakal terus aktif mendukung rakyat Palestina.

Para mahasiswa menggelar tindakan protes dengan menduduki alun-alun pusat di kompleks Universitas Columbia. Hingga malam ketiga sejak dimulainya tindakan protes, para mahasiswa terus menyerukan gencatan senjata di Gaza.

Para pengunjuk rasa juga mengecam keputusan rektor Minouche Shafik yang memberi kewenangan kepada polisi untuk menangkap sedikitnya 108 demonstran, yang mendirikan tenda di dalam kampus untuk menarik perhatian terhadap perang Israel di Gaza.

Para mahasiswa yang berunjuk rasa itu juga menuntut agar Universitas Columbia melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang mengenai dengan Israel.

Student protesters stand watch along the perimeter of an encampment supporting Palestinians at the Columbia University campus, during the ongoing conflict between Israel and the Palestinian Islamist group Hamas, in New York City, U.S., April 25, 2024, REUTERS/Caitlin OchsDemonstrasi pro-palestina di kampung Universitas Columbia, New York, (REUTERS/Caitlin Ochs Foto: REUTERS/Caitlin Ochs).


Mahasiswa yang Ditangkap Telah Dibebaskan


Publikasi mahasiswa universitas tersebut, Columbia Spectator, melaporkan bahwa pada Jumat (19/4) malam, semua demonstran yang ditangkap telah dibebaskan dari tahanan.

Namun publikasi tersebut mengatakan universitas juga telah mulai mengeluarkan pemberitahuan resmi tentang "penangguhan sementara mulai Jumat malam" kepada mahasiswa yang berperan-serta dalam "Perkemahan Solidaritas Gaza" pada hari Rabu (17/4).

Penangkapan massal para mahasiswa tersebut memicu kemarah dan mendorong digelarnya protes serupa di universitas-universitas terkemuka AS lainnya, termasuk Harvard dan Yale.

Simak selengkapnya di laman selanjutnya.