Kutipan : Format Cara Penulisan, Contoh Dan Fungsi Tujuannya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui beragam macam makalah. Dan makalah sendiri sangat erat kaitannya dengan pemberian quote dan daftar isi yang menjadi sarana penghubung sebuah makalah di lingkungan masyarakat. Hal ini menjadi masalah yang sangat krusial dikarenakan dalam sistem pendiidikan di indonesia terutama sistem perkuliahan mempunyai banyak pengaruh sebagai keterangan krusial dalam sebuah makalah.

Kutipan dan daftar pustaka itu sendiri merupakan suatu pembuktian yang berfaedah untuk menunjukkan sebuah kualitas dari suatu makalah dan untuk menunjukkan sumber-sumber yang berasosiasi dengan isi yang terkandung dalam makalah yang dimaksud. Dan yang lebih utama menjadi sarana penghubung bagi para pembaca dengan menggunakan pengertian yang lebih ilmiah untuk mencegah pengulangan penulisan info pustaka.

Kutipan Format Cara Penulisan Contoh Kutipan Format Cara Penulisan Contoh

  • Kutipan adalah bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi, rumusan,atau hasil penelitian dari penulis lain alias penulis sendiri yang telah terdokumentasi.Kutipan dilakukan andaikan penulis sudah memperoleh sebuah kerangka berpikir yang mantap. Jika belum, hasilnya bakal merupakan karya “suntingan”, yaitu“suSUN” dab “gunTING”. Menurut Keraf (1997), walaupun quote atas pendapatseorang mahir itu diperkenankan, tidaklah berfaedah bahwa keseluruhan sebuah tulisandapat terdiri dari kutipan-kutipan.
  • Garis besar kerangka karangan serta kesimpulanyang dibuat kudu merupakan pendapat penulis sendiri. Kutipan-kutipan hanya berfungsi sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat penulis.

Pengertian Kutipan KBBI

 mengutip diartikan sebagai mengambil perkataan alias kalimat dari kitab baik #ksi alias non#ksi $rang yang mengambilkutipan disebut dengan pengutip, sedang proses mengutip disebut pengutipan“mengutip pendapat dari beragam sumber disesuaikan dengan kebutuhan.

Manfaat Penggunaan quote ialah :

  • untuk menegaskan isi uraian,
  • untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dibuat oleh penulis,
  • untuk memperlihatkan kepada pembaca materi dan teori yang digunakan penulis
  • untuk mengkaji interpretasi penulis terhadap bahan quote yang digunakan
  • untuk menunjukkan bagian alias aspek topik yang bakal dibahas, dan
  • untuk mencegah penggunaan dan pengakuan bahan tulisan orang lain sebagaimilik sendiri (plagiat).

Tujuan Kutipan

Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu perihal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian quote mempunyai tujuan sebagai:

  1. Landasan teori
  2. Penguat pendapat penulis
  3. Penjelasan suatu uraian
  4. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu

Seorang penulis kudu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Penulis mempertimbangkan bahwa quote itu perluu
  • Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
  • Kutipan dapat mengenai dengan penemuan teori
  • Jangan terlalu banyak mempergunakan quote langsung
  • Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, quote langsung alias quote tak langsung
  • Perhatikan teknik penulisan quote dan kaitannya dengan sumber rujukan

Fungsi Kutipan

Kutipan mempunyai kegunaan tersendiri. Fungsi dari quote adalah sebagai berikut :

  • Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi
  • Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat
  • Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana
  • Memudahkan pembedaan info pustaka dan ketergantungan tambahan
  • Mencegah pengulangan penulisan info pustaka
  • Meningkatkan estetika penulisan
  • Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang mengenai dengan info pustaka

Jenis Kutipan

Adapun jenis quote yang diantaranya yaitu:

  • Kutipan Langsung

Kutipan langsung adalah quote yang sama persis dengan teks aslinya, tidak boleh ada perubahan, jika ada perihal yang dinalai salah/meragukan kuta beri tanda “sic !”, yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.

Demikian juga jika kita menyesuaikan ejaan, memberi huruf kapital, garis bawah alias huruf ,miring kita perlu menjelaskan perihal tersebut missal “huruf miring dari pengutip”, “ejaan disesuaikan dengan EYD” dll. Bila dalam quote terdapat hurud alias kata yang salah lampau dibetulkan oleh pengutip, kudu digunakan huruf siku “…..”.

  • Kutipan Tidak Langsung “Kutipan Isi”

Dalam quote tidak langsung kita hanya mengambil intipati pendapat yang kita kutip, quote tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik. Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki, dapat juga dengan sistem catatan langsung “catatan perut” seperti telah dicontohkan.

  • Kutipan pada catatan kaki

Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun quote itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

  • Kutipan atas ucapan lisan

Harus dilegalisir dulu oleh pembicara alias sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai quote langsung alias tidak langsung.

  • Kutipan dalam kutipan

Kadang-kadang terjadi bahwa dalam quote terdapat kutipan. Dapat dilakukan dengan dua cara:

  • Bila quote original tidak memakai tanda kutip, quote dalam quote dapat mempergunakan tanda kutip tunggal alias tanda kutip ganda.
  • Bila quote original memakai tanda kutip tunggal, quote dalam quote memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya jika quote original memakai tanda kutip ganda, quote dalam quote memakai tanda kutip tunggal .
  • Kutipan langsung pada materi

Kutipan langsung dimulai dengan materi quote hingga penghentian terdekat (dapat berupa koma, titik koma, alias titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.

Contoh:

“Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”


Cara-cara Mengutip

  1. Mengutip Kutipan Langsung ≤ 4 baris

  • Kutipan terintegrasi dengan teks penulis dalam satu paragraf.
  • Jarak antar baris 1,5-2 spasi.
  • Kutipan diapit tanda kutip.
  1. Mengutip Kutipan Langsung ≥ 5 baris

  • Kutipan dipisahkan dari teks penulis dalam jarak 2,5-3 spasi. Seluruh quote ditulis menjorok ke kanan, ialah 5-7 spasi dari kiri teks penulis.
  • Jarak antar baris 1 spasi.
  • Kutipan boleh diapit tanda kutip, boleh tidak.
  1. Mengutip Kutipan Tidak Langsung

  • Kutipan terintegrasi dengan teks penulis dalam satu paragraf.
  • Jarak antar baris 1,5-2 spasi.
  • Kutipan tidak diapit tanda kutip.
  1. Mengutip Kutipan di Kaki Halaman

  • Kutipan terpisah dari teks penulis (yaitu di tulis di kaki halaman).
  • Jarak antar baris 1 spasi.
  • Kutipan diapit tanda kutip.

  • Mengutip Kutipan dari Penuturan Lisan

(Caranya sama dengan langkah mengutip untuk quote langsung ≤ 4 baris).

Sumber quote dapat ditulis dekat quote (sebelum alias sesudah kutipan) di tubuh laman alias di kaki laman (sebagai catatan kaki). Penulisan sumber quote untuk setiap jenis referensi berbeda.

  1. Buku Karya Asli (Bukan Terjemahan)

nama penulis, tahun terbit kitab : nomor halaman

Contoh : Hadi Purnomo (2004:31) mengemukakan bahwa……………………………. (Gorys Keraf, 2003:46)

  • Buku Terjemahan

nama penulis kitab original + terjemahan + nama penerjemah, tahun terbit kitab terjemahan : nomor halaman

Contoh : Menurut Philip Kottler (terjemahan Sri Werdiningsih, 2002:52), ……………………

  • Artikel dalam Koran/Majalah/Jurnal/Buku Bunga Rampai

nama penulis + dalam + nama Koran/majalah/jurnal, tanggal pemuatan artikel, halaman

nama penulis + dalam + titel kitab kembang rampai, tahun terbit kitab : nomor halaman

Contoh : Alex Cahya (dalam Jawa Pos, 9 April 2008, hlm.4) beranggapan bahwa……………..

Budiman Hariyanto menyatakan, ……………..(dalam Nilai-nilai Mnusia, 2006:19).

  • Makalah/TA/Skripsi/Tesis/Disertasi/Laporan Penilitian

nama penulis, jenis karangan, tahun penulisan : nomor halaman

Contoh : Berdasarkan hasil penelitiannya, Devi Kumalasari menyatakan, ……………….. (Skripsi, 2005:48)

  • Situs (dari internet)

nama penulis, situs, tanggal pemuatan materi

Contoh : Joko Veryanto menyebutkan, …………….. (www.gurupendidikan.com, 6 April 2007).

  • Penuturan Lisan

nama pembicara, nama acara/pertemuan, tanggal penyampaian materi

Contoh : Inu Kencana menuturkan, …………. (Today’s Dialogue Metro TV, 28 April 2008).

  • Kutipan dalam Kutipan Dalam Buku

nama penutur + dalam + nama penulis buku, tahun terbit kitab : nomor halaman

Contoh : Menurut M.Samsudin (dalam Rita Siahaan, 2004:27), …………..

  • Kutipan dalam Kutipan dalam Penuturan Lisan

nama penutur + dalam + nama pembicara, nama acara, tanggal penyampaian materi

Contoh : Presiden SBY mengimbau, …….. (dalam Andi Malarangeng, Dialog Interaktif SCTV, 2008).


Aturan Penulisan Kutipan

Berikut ini beberapa patokan yang perlu diketahui dalam penulisan quote dan sumber kutipan.

  • Kutipan ditulis dengan menggunakan dua tanda petik (“…”) jika quote ini merupakan quote pertama alias dikutip langsung dari penulisnya. Jika quote itu diambil dari kutipan, maka quote tersebut ditulis dengan menggunakan satu tanda petik (‘…’).
  • Jika bagian yang dikutip terdiri atas tiga baris alias kurang, quote ditulis dengan menggunakan tanda petik (sesuai dengan ketentuan pertama) dan penulisannya digabung ke dalam paragraf yang ditulis oleh peengutip dan ditik dengan jarak dua spasi.

Contoh Kutipan :

Salah satu dimensi kehidupan afektif-emosional adalah keahlian memberi dan menerima cinta, bukan cinta dalam makna yang penuh romantik alias memberikan perlindungan yang berlebihan, melainkan cinta dalam makna ”…a relationship that nourishes us we give, and enriches us we spend, and permits ego and alter ego to grow in mutual harmony” (Cole, 1993:832).

  • Apabila quote langsung merupakan seperangkat kalimat, tempatkanlah quote itu di antara tanda petik dua di bawah baris terakhir kalimat yang mendahuliuinya, menjorok lima ketukan ke dalam teks dari margin kiri, berjarak rapat (½ spasi).

Contoh Kutipan :

……………………………………………………..(baris akhir tulisan kita)

“Dalam perihal yang lebih krusial lagi, yang menyatakan betul sifat nasional pendidikan di negara kita adalah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di semua sekolah-sekolah. Bahasa adalah perangkat berpikir dan perangkat menyatakan buah pikiran itu, tetapi selain dari semua itu, adalah perangkat yang terpenting untuk menebalkan rasa nasional suatu bangsa. Walaupun prinsip bahwa bahasa pengantar di sekolah-sekolah adalah bahasa Indonesia, diberi kompromi pada dasar psikologi, dengan demikian, bahwa di tiga kelas yang terendah dari sekolah-sekolah rendah bahasa pengantar adalah bahasa daerah.” (nama,th:hlm.)

(awal tulisan kita berikutnya)………………………………………………………….

  • Jika bagian dari yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik. Contoh penulisan tampak pada butir kedua di atas.
  • Penulisan sumber quote ada beberapa kemungkinan seperti berikut.
  • Jika sumber quote mendahului kutipan, langkah penulisannya adalah nama penulis yang diikuti dengan tahun penerbitan, dan nomor laman yang dikutip yang keduanya diletakkan di dalam kurung.

Contoh :

… (akhir tulisan). Oka (1976:53) mengatakan bahwa “Masyarakat Indonesia yang bakal datang sangat memerlukan tenaga kerja untuk pembangunan yang terampil menggunakan bahasa Indonesia untuk surat-menyurat, pidato, dan karang-mengarang.” (awal tulisan berikutnya)…

Sebagaimana dikemukakan oleh Stenberg (1984:41) bahwa “ In Piaget’s theory, children’s intelectual functioning is represented in term of symbolicc logic.”

  • Jika sumber quote ditulis setelah kutipan, maka nama penulis, tahun penerbitan, dan nomor laman yang dikutip semuanya diletakkan di dalam kurung.

Contoh :


(akhir tulisan). “The personality pattern is inwardly determined by and closely associated with maturation of the physical and metal characteristic which constitute the individual’s hereditary endownment” (Hurlock, 1979:19). (awal tulisan berikutnya)…

Jika sumber quote merujuk sumber lain atas bagian yang dikutip, maka sumber quote yang ditulis tetap sumber quote yang digunakan pengutip, tetapi dengan menyebut siapa yang mengemukakan pendapat tersebut, dengan kata lain, saat kita merujuk pada sumber A, sedangan A sendiri merujuk sumber B (sumber asli/buku asli) maka penulisannya tetap menyebut summber original (B) tetapi sumber A juga disebut.

Contoh :

… (akhir tulisan). Chomsky (Yelon dan Weinstein, 1977:62) mengemukakan bahwa ‘… children are born with innate understanding of structure of languange.’ (awal tulisan kita berikutnya)…

Atau

Achmad membikin skripsi tahun 2007 dengan di dalamnya ada pendapat Hamalik dari bukunya (Hamalik) tahun 1986 tentang media pembelajaran laman 21 (di skripsi), maka penulisan kutipannya adalah :

Hamalik (dalam Achmad, 2007:21) mengemukakan bahwa ‘definisi media pembelajaran adalah…’.

  • Jika penulis terdiri atas dua orang, maka nama family kedua penulis tersebut kudu disebutkan, misalnya, (Sharp and Green, 1996:1), sedangkan jika penulisnya lebih dari dua orang, maka yang disebutkan nama family penulis pertama dan diikuti oleh et al, misalnya, Clelland et al, (1960:35). Perhatikan titik setelah al, adalah sebagai singkatan dari ally dan kedua kata itu ditulis dengan huruf miring.
  • Jika masalah yang dikutip dibahas oleh beberapa orang dalam sumber yang berbeda maka langkah penulisan sumber quote itu adalah seperti berikut.

Contoh :

Beberapa studi tentang anak-anak yang mengalami kesulitan belajar (Dunkey, 1972; Miggs, 1976; Parmenter, 1976) menunjukkan bahwa … (tulis intipati rumusan yang dipadukan dari ketiga sumber tersebut).

  • Jika sumber quote itu adalah beberapa karya tulis dari penulis yang sama pada tahun yang sama, maka langkah penulisannya adalah dengan menambah huruf a, b, dan seterusnya pada tahun penerbitan. Contoh : (Bray, 1998a, 1998b).
  • Jika sumber quote itu tanpa nama, maka penulisnya adalah: (Anonim, 1972:18).
  • Jika yang diutarakan pokok-pokok pikiran seorang penulis, tidak perlu ada quote langsung, cukup dengan menyebut sumbernya.

PENUTUP

Dari pembahasan diatas dapat diambil konklusi bahwa penulisan quote dan daftar pustaka dalam sebuah makalah dapat  dijadikan sebuah pengukuran tingkat profesionalitas seseorang. Penulisan quote dan daftar pustaka menjadi sebuah nilai krusial dalam sebuah makalah.

Saran

Perlu diperhatikan bahwasanya dalam pembuatan Daftar Pustaka Ada (Tujuh) hal, diantaranya :

  1. Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.
  2. Nama penulis diurut menurut abjad.
  3. Gelar penulis tidak dicantumkan walaupun dalam kitab yang dikutip penulis mencantumkan gelar.
  4. Daftar pustaka diletakkan pada bagian terakhir dari tulisan.
  5. Masing-masing sumber referensi diketik dengan jarak baris satu spasi.
  6. Jarak masing-masing sumber referensi dua spasi.

Baris pertama diketik dari garis tepi (margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi empat/tujuh ketukan.

DAFTAR PUSTAKA
 Anonim A.2012.http://www.slideshare.net/deddirraone/cara-menulis-kutipan-dandaftar-pustaka-karya-tulis-ilmiah
 Anonim B.2012.http://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian–fungsidan–jenis–kutipan/

Baca Juga:

  • Kalimat : Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap
  • 7 Pengertian, Tujuan Dan Manfaat Karya Ilmiah Menurut Para Ahli
  • Daftar Pustaka : Format Cara Penulisan, Contoh Dan Komponennya