Pengertian Karbohidrat – Klasifikasi, Fungsi, Sumber, Pengujian, Kualitatif, Kuantitatif, Contoh

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Pengertian Karbohidrat – Klasifikasi, Fungsi, Sumber, Pengujian, Kualitatif, Kuantitatif, Contoh : Karbohidrat adalah suatu senyawa yang terdiri dari molekul-molekul karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O) alias karbon dan hidrat (H2O) sehingga dinamaka karbo-hidrat.


karbohidrat

Pengertian Karbohidrat

Kata Karbohidrat alias yang sering disebut dengan hidrat arang yaitu suatu unsur penghasil suatu kalori dengan nomor kalori 4. Karbohidrat yaitu suatu unsur makanan yang mengandung sebuah unsur C (Karbon), H (Hidrogen), dan O (Oksigen).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Suntik Vitamin C Beserta Manfaat Dan Efek Sampingnya


Karbohidrat dipecah menjadi suatu molekul gula yang sangat sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan galaktosa pada sebuah sistem pencernaan. Molekul gula inilah yang diserap oleh tubuh.


Kelebihan karbohidrat bakal disimpan di dalam suatu organ hati alias otot dalam membentuk sebuah glikogen dan di wilayah perut, sekeliling ginjal, alias di bawah kulit dalam corak lemak. Makanan yang sebagai sumber daya karbohidrat ialah antara lain nasi, gandum, jagung, singkong, sagu, kentang, roti, dan ubi-ubian.


Klasifikasi Kaarbohidrat

Karbohidrat dapat digolongan menjadi dua (2) macam ialah karbohidrat sederhana dengan karbohidrat komplek alias dapat pula menjadi tiga (3) macam, yait:


1. Monosakarida alias Monosakrosa

Monosakarida berasal dari bahasa Yunani ialah mono = satu dan sakchron = gula. Monosakarida juga bisa disebut dengan gula sederhana, Monosakarida ini senyawa yang memiliki suatu gugus aldehid alias keton bebas. Monosakarida yaitu gula sederhana dan tidak bisa dihidrolisis.


Rumus umumnya yaitu Cn (H2O) n alias CnH2nOn. Monosakarida dibagi menjadi yakni tirosa, tertrosa, pentosa, heksosa, heptosa dll, dan juga sebagai aldosa alias ketosa tergantung pada apakah mengandung aldehida alias gugus keton.


Contoh : monosakarida adalah Fruktosa, Erithrulosa, ribulosa.


2. Oligosakarida alias Oligosakarosa

Kata Oligosakarida ini berasal dari bahasa Yunani, yakni Oligo yang artinya sedikit. Oligosakarida yaitu gula senyawa yang menghasilkan 2 sampai dengan 10 molekul monosakarida yang sama alias berbeda pada suatu hidrolisis.


Oligosakarida menghasilkan 2 molekul monosakarida pada hidrolisis yang dikenal sebagai disakarida, dan yang menghasilkan 3 alias 4 monosakarida masing-masing yang dikenal dengan trisakarida dan tetrasakarida dan sebagainya. Rumus umum disakarida yaitu Cn(H2O) n–1 dan trisakarida adalah Cn(H2O) n-2 dan seterusnya.


Contoh: disakarida adalah sukrosa, laktosa, maltosa dll


3. Polisakarida alias Polisakarosa

Kata Polisakarida ini berasal dari bahasa Yunani, ialah poly yang artinya banyak.
Polisakarida yaitu suatu gula kompleks dan menghasilkan lebih dari 10 molekul monosakarida pada hidrolisis.


dan dibagi tergantung pada sebuah jenis molekul yang diproduksi sebagai hasil hidrolisis. monosakarida dari jenis yang sama alias heteropolisakarida yakni, suatu monosakarida dari beragam jenis. Rumus umum (C6H10O5) x.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fungsi dan Jenis-Jenis Vitamin Menurut Ahli Kimia


Contoh : homopolisakarida adalah pati, glikogen, selulosa, pektin.


Fungsi Karbohidrat

Ada banyak kegunaan dari karbohidrat dalam penerapannya di industri pangan, farmasi maupun dalam kehidupan manusia sehari-hari. Diantara kegunaan dan kegunaan itu adalah :


1. Untuk sumber Energi utama tubuh

Karbohidrat ialah untuk sumber daya utama tubuh dan mempunyai Fungsi yang utama yang mempunyai peran sebagai pasokan daya tubuh, setiap gram Karbohidrat mengandung 4 kalori.


2. Cadangan Energi dalam otot dan hati

Fungsi nya yiatu untuk keberadaan karbohidrat didalam tubuh manusia, sebagian terdapat dalam darah sebagai glukosa untuk sebuah daya tubuh, karbohidrat terdapat pada Hati dan jaringan otot yang diubah menjadi sebuah Glikogen, dan sebagian kabohidrat Diubah menjadi lemak dan disimpan didalam sebuah jaringan otot yang berfungsi sebagai persediaan daya tubuh.


3. Untuk memperlancar pencernaan

Karbohidrat juga berfungsi untuk memperlancar peristaltik usus dan untuk memudahkan pembuangan feses, dan karbohidrat yang tidak bisa dicerna seperti serat bisa membuat rasa kenyang.


4. Sebagai pemanis alami

Karbohidrat berfaedah sebagai pemberi rasa manis alami pada suatu makanan khususnya Disakarida dan jenis karbohidrat Monosakarida.


Sumber Karbohidrat

Sumber-sumber karbohidrat banyak sekali kita temui ialah antara lain :


  • Pada biji-bijian, yaitu : Beras, jagung, gandum dan lain sebagainya.
  • Pada Buah-buahan: Pisang dan semua jenis buah yang rasanya manis.
  • Pada Akar/umbi-umbian ialah antara lain : Ubi jalar, Ubi kayu, Keladi, Kentang dan lain sebagainya
  • Pada Daun-daunan : Sayur-sayuran yang berwarna Hijau.

Karbohidrat mempunyai kegunaan yang sangat krusial bagi tubuh untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit.


karbonhidarat

Pengujian Karbohidrat

Berikut Ini Merupakan Pengujian Karbohidrat melalui uji Kualitatif dan Kuantitatif.


Uji Kualitatif

Pengujian ini dapat dilakukan dengan dua (2) macam cara, yaitu; pertama menggunakan reaksi pembentukan warna dan yang kedua menggunakan prinsip kromatografi (TLC/Thin Layer Cromatograpgy, GC/Gas Cromatography, HPLC/High Performance Liquid Cromatography).


Dikarenakan efisiensi pengujian, pada umumnya untuk pengetesan secara kualitatif hanya digunakan prinsip yang pertama ialah adanya pembentukan warna sebagai dasar penentuan kandungan karbohidrat dalam suatu bahan. Sedikitnya ada tujuh (7) macam reaksi pembentukan warna, ialah :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jenis dan Fungsi Protein Terlengkap


  1. Reaksi Molisch

KH (pentose) + H2SO4 pekat à furfural à + a naftol à warna ungu

KH (heksosa) + H2SO4 pekat à HM-furfural à + a naftol à warna ungu

Kedua macam reaksi diatas bertindak umum, baik untuk aldosa (-CHO) maupun karbohidrat golongan ketosa (C=O).


  1. Reaksi Benedict

KH + camp CuSO4, Na-Sitrat, Na2CO3 à Cu2O endapan merah bata


  1. Reaksi Barfoed

KH + camp CuSO4 dan CH3COOH à Cu2O endapan merah bata


  1. Reaksi Fehling

KH + camp CuSO4, K-Na-tatrat, NaOH à Cu2O endapan merah bata

Ketiga reaksi diatas mempunyai prinsip yang nyaris sama, ialah menggunakan gugus aldehid pada gula untuk mereduksi senyawa Cu2SO4 menjadi Cu2O (enpadan berwarna merah bata) setelah dipanaskan pada suasana basa (Benedict dan Fehling) alias masam (Barfoed) dengan ditambahkan pemasok pengikat (chelating agent) seperti Na-sitrat dan K-Na-tatrat.


  1. Reaksi Iodium

KH (poilisakarida) + Iod (I2) à warna spesifik (biru kehitaman)


  1. Reaksi Seliwanoff

KH (ketosa) + H2SO4 à furfural à + resorsinol à warna merah.

KH (aldosa) + H2SO4 à furfural à + resorsinol à negatif


  1. Reaksi Osazon

Reaksi ini dapat digunakan baik untuk larutan aldosa maupun ketosa, ialah dengan menambahkan larutan fenilhidrazin, lampau dipanaskan hingga terbentuk kristal berwarna kuning yang dinamakan hidrazon (osazon).


Uji Kuantitatif

Untuk penetapan kadar karbohidrat dapat dilakukan dengan metode fisika, kimia, enzimatik, dan kromatografi (tidak dibahas).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Jenis Dan 7 Bagian Gigi Beserta Fungsinya Secara Lengkap


  • Metode Fisika

Ada dua (2) macam, ialah :


Berdasarkan indeks bias

Cara ini menggunakan perangkat yang dinamakan refraktometer, ialah dengan rumus :


X = [(A+B)C – BD)]

4

dimana :

X = % sukrosa alias gula yang diperoleh

A = berat larutan sampel (g)

B = berat larutan pengencer (g)

C = % sukrosa dalam camp A dan B dalam tabel

D = % sukrosa dalam pengencer B


Berdasarkan rotasi optis

Cara ini digunakan berasas sifat optis dari gula yang mempunyai struktur asimetrs (dapat memutar bagian polarisasi) sehingga dapat diukur menggunakan perangkat yang dinamakan polarimeter alias polarimeter digital (dapat diketahui hasilnya langsung) yang dinamakan sakarimeter.


Menurut hokum Biot; “besarnya rotasi optis tiap perseorangan gula sebanding dengan konsentrasi larutan dan tebal cairan” sehingga dapat dihitung menggunakan rumus :


[a] D20 = 100 A

L x C

dimana :


[a] D20 = rotasi jenis pada suhu 20 oC menggunakan

D = sinar kuning pada panjang gelombang 589 nm dari lampu Na

A = perspektif putar yang diamati

C = kadar (dalam g/100 ml)

L = panjang tabung (dm)

sehingga C = 100 A

L x [a] D20


Metode Kimia

Metode ini didasarkan pada sifat mereduksi gula, seperti glukosa, galaktosa, dan fruktosa (kecuali sukrosa lantaran tidak mempunyai gugus aldehid). Fruktosa meskipun tidak mempunyai gugus aldehid, namun mempunyai gugus alfa hidroksi keton, sehingga tetap dapat bereaksi.


Dalam metode kimia ini ada dua (2) macam langkah ialah :

  • Titrasi

Untuk langkah yang pertama ini dapat memandang metode yang telah distandarisasi oleh BSN ialah pada SNI langkah uji makanan dan minuman nomor SNI 01-2892-1992.


  • Spektrofotometri

Adapun untuk langkah yang kedua ini menggunakan prinsip reaksi reduksi CuSO4 oleh gugus karbonil pada gula reduksi yang setelah dipanaskan terbentuk endapan kupru oksida (Cu2O) kemudian ditambahkan Na-sitrat dan Na-tatrat serta masam fosfomolibdat sehingga terbentuk suatu komplek senyawa berwarna biru yang dapat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 630 nm.


Metode Enzimatik

Untuk metode enzimatis ini, sangat tepat digunakan untuk penentuan kagar suatu gula secara individual, disebabkan kerja enzim yang sangat spesifik. Contoh enzim yang dapat digunakan adalah glukosa oksidase dan heksokinase Keduanya digunakan untuk mengukur kadar glukosa.


  • Glukosa oksidase

D- Glukosa + O2 oleh glukosa oksidase à Asam glukonat dan H2O2

H2O2 + O-disianidin oleh enzim peroksidase à 2H2O + O-disianidin teroksdasi yang berwarna cokelat (dapat diukur pada l 540 nm)


  • Heksokinase

D-Glukosa + ATP oleh heksokinase à Glukosa-6-Phospat +ADP

Glukosa-6-Phospat + NADP+ oleh glukosa-6-phospat dehidrogenase à Glukonat-6-Phospat + NADPH + H+ Adanya NADPH yang dapat berpendar (memiliki gugus kromofor) dapat diukur pada l 334 nm dimana jumlah NADPH yang terbentuk setara dengan jumlah glukosa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan 5 Jenis Panca Indera Manusia Beserta Bagiannya Secara Lengkap