Stasiun Gondangdia

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Stasiun Gondangdia (GDD) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Meskipun diberi nama Gondangdia, stasiun ini sebenarnya tidak terletak di Kelurahan Gondangdia, tetapi terletak agak sedikit ke utara dari Kelurahan Gondangdia itu sendiri. Stasiun yang terletak pada ketinggian +17 meter ini hanya melayani rute KRL Commuter Line.

Letaknya cukup strategis karena berada di dekat perkantoran, termasuk MNC Asia Holding. Di lantai bawah kompleks stasiun ini dahulu terdapat kios-kios yang ditempati oleh pedagang yang membayar sewa ke PT Kereta Api, tetapi saat ini ruang-ruang komersial tersebut sudah dibongkar.[3][4] Kantor pusat PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dan PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) juga berada di stasiun ini.

Area sekitar stasiun ini sedang dilakukan renovasi untuk mempererat integrasi antarmoda (dengan Transjakarta), menata kembali pedagang kaki lima sekitar stasiun dan mempermudah akses pejalan kaki. Diperkirakan selesai pada 2021, penataan ini dilakukan di bawah payung PT Moda Integrasi Transportasi Jakarta, perusahaan patungan MRT Jakarta dan PT KAI.[5][6]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Gondangdia pada mulanya merupakan sebuah halte kecil yang dibangun sebagai pengganti dari Halte Dierentuin. Pada saat itu, Dewan Kota Batavia menganggap lokasi Halte Dierentuin canggung dan tidak praktis terhadap perkembangan kawasan Gondangdia dan Menteng. Sehingga Dewan Kota Batavia memerintahkan Staatsspoorwegen (SS) untuk membangun pemberhentian kereta api baru sebagai pengganti dari Halte Dierentuin. SS membangun 2 halte kecil yang masing-masing terletak di Gondangdia dan Menteng. Halte ini diresmikan pada tahun 1926 dan letaknya cukup strategis karena berada di samping kantor N.V. de Bouwploeg (sekarang Masjid Cut Meutia).[7]

Stasiun Gondangdia yang aktif sekarang merupakan stasiun layang di jalur segmen Manggarai-Jakarta Kota. Pada tanggal 5 Juni 1992, Presiden Soeharto beserta Ibu Tien dan jajaran di pemerintahan meresmikan jalur layang tersebut dengan naik KRL dari Gambir menuju Stasiun Jakarta Kota.[8]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bangunan Stasiun Gondangdia ini modern dengan sentuhan panel berwarna kuning jenar yang sampai hari ini masih dipertahankan dan tidak pernah diubah catnya, hanya tiangnya saja yang dicat ulang menjadi kuning jagung. Diketahui, proyek tersebut yang telah dimulai pada Februari 1988 menghabiskan dana sebesar Rp432,5 miliar rupiah dan pada saat diresmikan belum sepenuhnya selesai hingga akhirnya bisa beroperasi penuh setahun kemudian.[9][10]

Stasiun ini memiliki dua jalur kereta api.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Komuter (Commuter Line)[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Pada budaya populer[sunting | sunting sumber]

  • Pada tahun 2015, grup musik Duo Anggrek merilis sebuah lagu yang berjudulCikini ke Gondangdia, yang judulnya diambil dari tempat stasiun ini berada, juga Stasiun Cikini.
  • Stasiun Gondangdia juga pernah dijadikan sebagai salah satu lokasi pengambilan video musik band asal Yogyakarta, The Rain pada lagu yang berjudul "Ujung Pertemuan" yang dirilis pada tahun 2019.[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]