Turis Membeludak, Spot Foto Berlatar Gunung Fuji Kini Dipagari

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Satu letak di Jepang menjadi spot foto favorit turis lantaran pemandangannya elok memperlihatkan Gunung Fuji. Karena visitor membeludak, pemandangan Gunung Fuji dekat minimarket sedang berproses dipagari jaring setinggi 2,5 meter.

Dilansir CNN, Minggu (28/4/2024), letak spot foto itu ada di Fujikawaguchiko, berada di kaki Jalur Yoshida menuju Gunung Fuji, telah diserbu oleh turis asing yang mencoba mendapatkan foto sempurna dari gunung paling terkenal di Jepang tersebut.

Spot foto ini ada di depan Lawson, toko 'convenience store', semacam minimarket. Sisi menarik dari foto dengan perspektif pandang ini adalah ada kontras antara toko yang sibuk dengan lampu neon dan gunung yang tenteram di belakangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan sekarang kota tersebut sudah merasa muak. Toko telah memasang penghalang jaring untuk menghalangi pandangan, kata seorang pejabat setempat kepada CNN.

Pejabat tersebut, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa tetap ada masalah dengan visitor yang meninggalkan sampah dan tidak mematuhi peraturan lampau lintas. Meskipun tanda-tanda dan penjaga keamanan dipasang untuk memperingatkan mereka, situasi tetap terus berlanjut.

"Sangat disayangkan kami kudu mengambil tindakan seperti itu," kata pejabat itu.

Jaring tersebut, berukuran tinggi delapan kaki (2,5 meter) dan lebar 66 kaki (20 meter), bakal dipasang awal pekan depan. Kota Fujikawaguchiko berada di prefektur Yamanashi, di sebelah utara Fuji dan sekitar 62 mil (100 kilometer) barat Tokyo.

Kerumunan yang mengganggu kota mini ini adalah bagian dari masalah yang lebih besar yang mempengaruhi Jepang. Jepang telah mengalami masalah pariwisata yang berlebihan sejak dibuka kembali pascapandemi pada akhir tahun 2022. Maret 2024 adalah bulan pariwisata terbesar sepanjang masa di negara itu, dengan lebih dari tiga juta visitor asing memasuki negara tersebut.

"Wisata yang berlebihan - dan segala konsekuensinya seperti sampah, peningkatan emisi CO2, dan pejalan kaki yang asal-asalan - adalah masalah terbesar yang dihadapi Gunung Fuji," Masatake Izumi, pejabat pemerintah prefektur Yamanashi, mengatakan kepada CNN Travel tahun lalu.

Dalam upaya mengurangi kepadatan yang berlebihan, pemerintah prefektur Yamanashi mengumumkan beberapa kebijakan baru bagi wisatawan, termasuk pemisah harian 4.000 orang bagi pejalan kaki dan biaya wajib sebesar 2.000 yen ($13) per orang. Sebelumnya, biaya tersebut berkarakter opsional.

Simak juga 'Saat Keluhan Warga Jepang Imbas Melemahnya Yen':

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/imk)